Mungkinkah orang Kristen memiliki mentalitas tawanan? Apa itu mentalitas tawanan? Mentalitas tawanan dikembangkan ketika Anda hidup di penangkaran selama Anda membuat kehidupan untuk diri Anda sendiri dalam penawanan. Bangsa Israel ditawan di Mesir selama 400 tahun. Mereka telah membangun kehidupan di sana. Tidak menyenangkan dan sebatas kehidupan, itu adalah hidup mereka. Beberapa dilahirkan, menjalani hidup mereka sendiri dan tidak pernah mati dari Mesir.

Sudahkah kita membangun kehidupan di penangkaran? Sebagai orang Kristen, ada suatu masa ketika kita memiliki harapan dan keyakinan besar bahwa Allah akan melakukan hal-hal yang perkasa di tengah-tengah kita, tetapi selama bertahun-tahun harapan itu mulai memudar dan kita memutuskan untuk melakukan lebih sedikit? Jika kita memilikinya, kita hidup dalam penawanan. Itulah artinya memiliki keyakinan yang ditentukan oleh batasan-batasan penjara kami. Mereka mengatakan bahwa ketika seseorang pertama kali masuk penjara, mereka membenci jeruji, kemudian mereka menggunakannya, lalu mereka bergantung padanya. Itu dilembagakan. Kehidupan mereka sekarang dibangun di sekitar kurungan mereka dan mereka tidak bisa membayangkan kehidupan di luar.

Saya cenderung berpikir bahwa kita telah hidup sejauh ini untuk kepentingan hak istimewa kita dalam Kristus Yesus, dan kita telah menjadi begitu terbiasa sehingga segala sesuatu yang melampaui tingkat yang kita miliki saat ini. Jika saya tidak percaya bahwa Tuhan berbicara kepada orang-orang hari ini, saya hidup di bawah hak istimewa saya untuk mendengar suara-Nya. Jika saya tidak percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan orang hari ini, saya akan hidup di bawah hak istimewa saya untuk menerima kesembuhan. Jika saya tidak percaya bahwa Tuhan dapat menggunakan saya di kerajaannya, saya akan hidup di bawah hak istimewa saya untuk digunakan. Itulah mentalitas dan struktur kepercayaan yang didasarkan pada keterbatasan, itulah yang saya sebut "mentalitas penahanan".

Sekarang saya mengatakan semua itu untuk mengatakan ini. Keadaan Anda tidak menentukan Anda, mereka tidak menjelaskan Anda, dan jika Anda tidak ingin mengizinkannya, mereka tidak dapat mengendalikan Anda. Anda bukan keadaan Anda, Anda memiliki keadaan, tetapi mereka bukan siapa Anda. Jika kita melihat diri kita sebagai budak, bukankah kita akan hidup sebagai budak? Identitas Anda telah ditetapkan oleh Tuhan, bukan keadaan. Identitas Anda dalam Tuhan dimungkinkan oleh darah Yesus Kristus yang tercurah dan Roh Kudus diberikan untuk memungkinkan Anda hidup di atas batas-batas keadaan Anda. Kami adalah orang-orang supranatural. Itu berarti bahwa kita adalah orang yang hidup di atas dan di atas dalam kualitas dan kuantitas, segala sesuatu yang akan membatasi kita di alam. Inilah saatnya untuk berdagang lagi dengan kepercayaan yang berlebihan!



Source by Timothy O. Smith